Bermain egrang cukup membutuhkan keberanian dikarenakan dimainkan dengan berjalan di ketinggian dengan menapakan kaki pada dua buah bambu yang berukuran sama besar dan harus bisa menjaga keseimbangan, kira-kira dua sampai tiga meter dengan pijakan yang sama tinggi pada masing-masing bambu. Cara memainkanya cukup menaikan kedua kaki sembari
Bermain egrang menggunakan sepasang bambu, lalu dibuat tumpuan sebagai alas kaki. Oleh sebab itu, anak-anak boleh meminta bantuan orang dewasa dulu untuk membuatnya. Bagian tersulit dalam permainan egrang adalah menjaga keseimbangan tubuh. Untuk itu, pemain egrang perlu berlatih dengan sabar dan tekun. 3. Bola Bekel
Manfaat bermain egrang lainnya adalah unutk mengasah keterampilan motorik halus, utamanya bagian kaki beserta jari-jarinya. Permainan tradisional tenggedi (egrang) dengan nama dan aturan berbeda tersebar merata di Indonesia. Kata "egrang" sendiri berasal dari bahasa Lampung yang artinya terompah pancung yang terbuat dari bambu panjang.
PERAN PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK DI SMP NU 09 adalah bagaimana cara belajar yang baik agar siswa tidak hanya mudah pendukung dalam bentuk dan jenisnya, antara lain alat peraga dan alat bermain. Oleh sebab itu pendidikan siswa SMP tanpa sarana yang memadai tidak dapat
Seorang bapak sedang mengajari anaknya bermain egrang, salah satu usaha untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada generasi muda Hantaman modernisasi tidak membuat anak-anak lupa akan permainan tradisional nusantara Cara memainkan egrang sangat sederhana, dengan menaruh tapak kaki pada pijakan bambu sementara tangan memegang bambu bagian atas agar bisa berjalan dengan seimbang Jika di
Aturan permainan egrang dapat dibagi menjadi dua, yaitu perlombaan lari dan pertandingan untuk saling menjatuhkan dengan cara saling memukulkan kaki- kaki bambu. Perlombaan adu kecepatan biasanya dilakukan oleh anak-anak yang berusia antara 7-11 tahun dengan jumlah 2--5 orang.
NH08.
cara bermain egrang bambu